Export Import, Umum

Panduan Lengkap: Ketentuan, Prosedur, dan Tips Sukses Impor dari Tiongkok

Memulai bisnis impor dari China menawarkan potensi keuntungan yang signifikan, mengingat negara tersebut merupakan salah satu pusat manufaktur terbesar di dunia dengan beragam produk berkualitas dan harga kompetitif. Namun, untuk menjadi importir yang sukses dan legal, terdapat berbagai syarat menjadi importir dari china yang harus dipenuhi. Memahami dan mempersiapkan segala persyaratan ini dari awal akan menghindarkan Anda dari potensi masalah di kemudian hari, serta memastikan kelancaran proses impor barang. Artikel ini akan membahas secara mendetail mengenai berbagai aspek penting yang perlu Anda ketahui.

Kegiatan impor tidak hanya melibatkan transaksi jual beli lintas negara, tetapi juga serangkaian prosedur kepabeanan, perizinan, dan pemenuhan standar yang ketat. Oleh karena itu, calon importir perlu membekali diri dengan pengetahuan yang komprehensif agar dapat menjalankan aktivitas impor secara efisien dan mematuhi regulasi yang berlaku di Indonesia.

1. Persiapan Legalitas Usaha sebagai Importir

syarat melakukan import

Langkah fundamental pertama adalah memastikan bahwa usaha Anda memiliki bentuk badan hukum yang sah. Umumnya, kegiatan impor dilakukan oleh perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT) atau setidaknya Persekutuan Komanditer (CV). Memiliki badan usaha yang jelas tidak hanya meningkatkan kredibilitas di mata pemasok di China, tetapi juga merupakan prasyarat untuk mengurus izin-izin impor lainnya.

Anda perlu menyiapkan dokumen-dokumen pendirian perusahaan seperti Akta Pendirian Perusahaan yang disahkan oleh Kementerian Hukum dan HAM, Surat Keterangan Domisili Perusahaan (SKDP) atau Izin Lokasi, dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) perusahaan. Pastikan bahwa dalam Anggaran Dasar Perusahaan (AD/ART), terdapat klausul yang menyatakan bahwa perusahaan dapat melakukan kegiatan perdagangan impor. Kelengkapan dokumen legalitas ini akan menjadi dasar utama untuk melanjutkan ke tahapan persyaratan berikutnya.

2. Kepemilikan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)

npwp perusahaan

Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) adalah identitas wajib pajak yang mutlak dimiliki, baik oleh individu maupun badan usaha yang melakukan kegiatan ekonomi di Indonesia, termasuk impor. NPWP perusahaan akan digunakan dalam setiap transaksi perpajakan terkait impor, seperti pembayaran Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 Impor, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Impor, dan Bea Masuk.

Pastikan NPWP perusahaan Anda aktif dan data yang terdaftar sesuai dengan kondisi terkini perusahaan. Ketidaksesuaian data atau status NPWP yang tidak aktif dapat menghambat proses pengurusan dokumen impor di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). NPWP ini juga akan terintegrasi dengan sistem perpajakan nasional, sehingga kepatuhan dalam pelaporan dan pembayaran pajak menjadi sangat krusial.

3. Pentingnya Angka Pengenal Impor (API)

angka pengenal import

Angka Pengenal Impor (API) adalah tanda pengenal resmi yang wajib dimiliki oleh setiap perusahaan yang melakukan kegiatan impor barang. Tanpa API, perusahaan Anda tidak akan diizinkan untuk mengimpor barang secara komersial. Terdapat dua jenis API yang utama, yaitu:

  • API Umum (API-U): Diberikan kepada perusahaan yang mengimpor barang untuk tujuan diperdagangkan kembali, bukan untuk digunakan sendiri sebagai bahan baku atau penolong.
  • API Produsen (API-P): Diberikan kepada perusahaan yang mengimpor barang untuk digunakan sendiri sebagai barang modal, bahan baku, bahan penolong, dan/atau suku cadang untuk proses produksi atau mendukung kegiatan usahanya.

Pemilihan jenis API harus disesuaikan dengan model bisnis dan tujuan impor perusahaan Anda. Kesalahan dalam memilih jenis API dapat berakibat pada penolakan impor atau sanksi lainnya. Pengurusan API kini dapat dilakukan secara online melalui sistem Online Single Submission (OSS).

4. Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai Kunci Akses

nomor induk bisnis

Sejak diluncurkannya sistem Online Single Submission (OSS) oleh pemerintah Indonesia, Nomor Induk Berusaha (NIB) menjadi identitas tunggal bagi pelaku usaha. NIB ini berfungsi sebagai Tanda Daftar Perusahaan (TDP), Angka Pengenal Impor (API) jika bidang usaha mencakup impor, dan akses kepabeanan (NIK). Dengan memiliki NIB, proses perizinan usaha, termasuk izin impor, menjadi lebih terintegrasi dan efisien.

Untuk mendapatkan NIB, perusahaan harus mendaftar melalui portal OSS dengan melengkapi data-data yang diperlukan. NIB berlaku selama perusahaan menjalankan kegiatan usahanya. Pastikan data yang Anda masukkan saat registrasi NIB akurat dan sesuai dengan dokumen legalitas perusahaan lainnya, karena NIB akan menjadi acuan utama bagi berbagai instansi pemerintah. Memahami setiap syarat menjadi importir dari china seperti NIB ini sangat penting.

5. Registrasi Nomor Identitas Kepabeanan (NIK)

Nomor Identitas Kepabeanan

Nomor Identitas Kepabeanan (NIK), atau yang kini lebih terintegrasi dalam NIB, adalah nomor identitas yang diberikan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) kepada importir (dan eksportir) untuk dapat melakukan kegiatan kepabeanan. Meskipun NIB sudah mencakup akses kepabeanan, dalam beberapa kasus atau untuk sistem lama, pemahaman mengenai NIK tetap relevan. Registrasi ini memungkinkan DJBC untuk mengidentifikasi dan memverifikasi entitas yang terlibat dalam lalu lintas barang internasional.

Proses registrasi NIK melibatkan pengajuan data perusahaan dan pemenuhan persyaratan tertentu yang ditetapkan oleh DJBC. Dengan NIK yang aktif, perusahaan dapat mengajukan Pemberitahuan Impor Barang (PIB) dan melakukan proses customs clearance lainnya. Kepatuhan terhadap regulasi kepabeanan menjadi sangat penting untuk menjaga status NIK tetap aktif.

6. Pemahaman Mendalam Prosedur Impor dan Kepabeanan China-Indonesia

pengetahuan tentang import

Selain perizinan, pemahaman mendalam mengenai prosedur impor dan kepabeanan antara China dan Indonesia adalah kunci. Ini mencakup pengetahuan tentang:

  • Incoterms: Istilah perdagangan internasional yang mengatur hak dan kewajiban antara penjual (eksportir China) dan pembeli (importir Indonesia) terkait pengiriman barang, seperti FOB (Free On Board), CIF (Cost, Insurance, Freight), atau EXW (Ex Works). Pemilihan Incoterms yang tepat akan mempengaruhi biaya dan risiko.
  • HS Code (Harmonized System Code): Klasifikasi produk standar internasional yang digunakan untuk menentukan tarif bea masuk, pajak, dan regulasi lainnya. Kesalahan dalam menentukan HS Code dapat menyebabkan denda atau penahanan barang.
  • Perhitungan Bea Masuk dan Pajak Impor: Memahami cara menghitung Bea Masuk, PPN Impor, PPh Pasal 22 Impor, dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) jika ada.
  • Dokumen Impor: Kelengkapan dokumen seperti Invoice, Packing List, Bill of Lading (B/L) atau Air Waybill (AWB), Certificate of Origin (COO) jika diperlukan untuk fasilitas tarif, serta dokumen perizinan lainnya (misalnya Laporan Surveyor jika ada).
  • Proses Customs Clearance: Tahapan pengeluaran barang dari pelabuhan atau bandara, termasuk inspeksi fisik (jalur merah) atau pemeriksaan dokumen (jalur hijau/kuning).

7. Strategi Memilih Pemasok yang Andal di China

memilih pemasok

Keberhasilan impor sangat bergantung pada pemilihan pemasok (supplier) yang tepat di China. Lakukan riset mendalam untuk menemukan pemasok yang memiliki reputasi baik, kualitas produk yang terjamin, dan harga yang kompetitif. Beberapa platform online seperti Alibaba, Made-in-China.com, atau Global Sources dapat menjadi titik awal.

Pertimbangkan untuk melakukan verifikasi terhadap calon pemasok, misalnya dengan meminta sampel produk, mengecek lisensi bisnis mereka, atau bahkan melakukan kunjungan langsung jika memungkinkan. Komunikasi yang jelas dan kontrak yang detail mengenai spesifikasi produk, harga, waktu pengiriman, dan ketentuan pembayaran sangat penting untuk menghindari kesalahpahaman. Membangun hubungan jangka panjang yang baik dengan pemasok juga akan bermanfaat.

8. Manajemen Logistik dan Pengiriman Barang Impor

memilih manajemen logistik

Proses pengiriman barang dari China ke Indonesia melibatkan berbagai aspek logistik yang kompleks. Anda perlu memutuskan moda transportasi yang akan digunakan (laut atau udara), memilih perusahaan freight forwarder yang kompeten, dan mengurus asuransi pengiriman untuk melindungi barang dari risiko kerusakan atau kehilangan selama transit.

Freight forwarder akan membantu Anda dalam mengurus booking ruang kapal atau pesawat, penjemputan barang dari gudang pemasok (jika menggunakan Incoterms tertentu), pengurusan dokumen ekspor di China, hingga proses customs clearance di Indonesia. Pilihlah freight forwarder yang memiliki jaringan luas, pengalaman menangani kargo dari China, dan menawarkan layanan yang transparan serta biaya yang wajar.

9. Opsi Metode Pembayaran Internasional yang Aman

metode pembayaran

Transaksi pembayaran lintas negara memerlukan metode yang aman dan terpercaya. Beberapa metode pembayaran yang umum digunakan dalam perdagangan internasional dengan China antara lain:

  • Telegraphic Transfer (T/T): Metode pembayaran di muka atau sebagian di muka, yang cukup umum namun memiliki risiko bagi importir jika pemasok tidak kredibel.
  • Letter of Credit (L/C): Metode yang lebih aman bagi kedua belah pihak karena melibatkan bank sebagai penjamin. Namun, prosesnya lebih kompleks dan biayanya lebih tinggi.
  • Online Payment Platforms: Beberapa platform e-commerce B2B menyediakan sistem pembayaran escrow yang menahan dana hingga barang diterima.

Pilihlah metode pembayaran yang paling sesuai dengan tingkat kepercayaan Anda terhadap pemasok, nilai transaksi, dan toleransi risiko. Selalu waspada terhadap potensi penipuan dan pastikan transaksi dilakukan melalui jalur yang aman.

10. Memastikan Kualitas dan Kepatuhan Produk Impor

produk import berkualitas

Sebelum barang dikirim dari China, sangat disarankan untuk melakukan inspeksi kualitas (Quality Control/QC). Anda bisa menggunakan jasa pihak ketiga untuk melakukan inspeksi di pabrik pemasok. Ini untuk memastikan bahwa produk yang dikirim sesuai dengan spesifikasi yang telah disepakati dan tidak ada cacat produksi.

Selain itu, pastikan produk yang Anda impor mematuhi standar dan regulasi yang berlaku di Indonesia, seperti Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk produk-produk tertentu. Ketidakpatuhan terhadap standar dapat mengakibatkan barang ditolak masuk atau ditarik dari peredaran. Mengetahui semua syarat menjadi importir dari china hingga detail kepatuhan produk ini akan melancarkan bisnis Anda.

Menjadi importir dari China memang memerlukan persiapan yang matang dan pemahaman yang komprehensif terhadap berbagai persyaratan serta prosedur. Dengan memenuhi semua legalitas, memahami mekanisme perdagangan internasional, memilih mitra yang tepat, dan selalu mematuhi regulasi yang berlaku, bisnis impor Anda memiliki peluang besar untuk berkembang dan meraih kesuksesan.

Jika Anda membutuhkan bantuan profesional dalam mengelola kebutuhan logistik dan kepabeanan untuk impor barang dari China maupun negara lainnya, pertimbangkan untuk menggunakan layanan dari w3cargo. Dengan pengalaman dan jaringan yang luas, w3cargo siap membantu menyederhanakan proses impor Anda, mulai dari pencarian supplier, pengiriman, hingga customs clearance, sehingga Anda dapat lebih fokus pada pengembangan bisnis Anda.